Kita pernah membahas tanggal ini 5 tahun lalu. 11 11 11, 11 Nopember 2011. Kau tanyakan kenapa aku begitu bahagia saat menghubunginya. Kenapa tidak, kataku waktu itu. Ini tanggal cantik, 111111 dan aku mengirim smsnya tepat pukul 11 malam lewat 11 menit. Bagus bukan...
Selalu indah mengenangmu. Tapi tidak ditahun berikutnya. Aku mendengar kabar buruk. Almarhum ibu terjatuh dari kamar mandi dan tak sadarkan diri. Koma. Itu tepat 4 tahun yang lalu...
Berita buruk itu aku terima saat aku masih di Tangerang. Saat aku sedang menginap di rumah temanku Rulis. Waktu itu sehabis maghrib aku terima telpon dari Bandung. Dan mengabarkan bahwa ibu jatuh di kamar mandi. Seketika itu, aku lemas dan menangis dihadapan Rulis.
Keesokan harinya ibu masih tak sadarkan diri. Berulangkali kakakku menelponku. Menyuruhku pulang. Tapi aku tak bisa. Karena keesokan harinya aku masih harus bekerja di pabrik. Lalu aku usulkan untuk mengirim ibu ke rumah sakit. Jangan menunggu kepulanganku, tapi pikirkan nasib ibu.
Akhirnya kakak membawa ibu ke rumah sakit. Dan aku masih di Tangerang dengan perasaan bersalah karena tak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya berharap dan berdo'a ibu baik-baik saja dan segera tersadar. Tahun itu...adalah tahun terberat dalam hidupku.
Tepat 4 tahun yang lalu aku mendapat kabar dari iparku bahwa nyawa ibu bisa bertahan 11 hari. Seketika itu aku merasa petir terus menyambarku. Ribuan belati menusukku. Tidak!! Ucapku dalam hati!! Dokter itu salah telah memvonis ibu seperti itu. Allah lebih Tahu tentang hidup mati seseorang, bukan Dokter!!! Tegasku berpikir positif.
Ternyata dokter memang salah. Ibu hanya bertahan 4 hari. Dan ibu harus pergi tanpa tersadar dari koma. Dan aku, hingga kini aku masih menyesal tak bisa bertemu dengan ibu untuk yang terakhir kalinya. Bahkan sampai ibu dikebumikan. Aku masih diperjalanan saat ibu akan dikebumikan. Dan tentu saja aku harus benar-benar mengikhlaskan ibu dimakamkan tanpa harus menunggu kehadiranku. Aku ikhlas...maafkan aku ibu...itu yang terus terucap srlama aku diperjalanan pulang.
4 tahun berlalu. Aku selalu merasa ibu madih ada disini. Di dekatku. Memperhatikan aku, menjagaku.
Emak, aku rindu...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar